Minggu, 16 Juni 2013

Menyemai Cinta Melampaui Murka

Banyak orang terperangah bila mendengar berita perceraian apalagi jika terjadi pada pasangan yang sudah menikah di atas dua puluh tahun. Saya pribadi, setelah menjalani rumahtangga selama 14 tahun memilih untuk mengamati, menjadikannya pelajaran. Karena saya tahu dan memaklumi, semakin panjang usia lembaga kecil bernama rumahtangga ini maka semakin keras pula ujiannya. Apalagi iblis yang pernah bersumpah akan memperdaya keturunan Adam, pasti akan menurunkan bala tentaranya dalam menggoda pasangan suami istri yang tengah berseteru.

Selalu saja ada riak dan gelombang besar di sela-sela kebahagiaan. Baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Terlebih lagi, semakin hari ego masing-masing membesar, mengiringi sapaan “istriku” dan “suamiku”. Karena ada kata ganti milik “-ku” di situ, membuat satu sama lain merasa memiliki. Memiliki identik dengan menguasai, sampai-sampai terlupa bahwa mereka satu sama lain sebenarnya saling memiliki. Bukannya saling menguasai yang seharusnya terjadi tetapi saling memahami, saling menghargai, saling menjaga, dan saling memberi.

Ego bisa lupa bahwa cinta sejati itu memberi, bukan menerima. Cinta sejati tak menuntut atau meminta balasan. Ketika konflik menjadi alasan ego untuk ngelunjak, diri terlupa menelisik bahwa cinta masih ada. Dan seharusnya, dengan meminta dan bersandar pada kekuatan cinta-Nya, konflik bisa diminimalisir bahkan ditiadakan. Sebab, seperti yang termaktub dalam sebuah hadits riwayat Al-Bukhari: Ketika Allah menciptakan makhluk-Nya, Dia menulis di dalam kitab-Nya di atas singgasana-Nya dan Dia menisbahkan kepada diri-Nya sendiri, “Sesungguhnya Cinta-Ku melampaui murka-Ku.”

Sabtu, 15 Juni 2013

Melalui Sawah dan Jalan Kampung, Menuju Kampung Pemulung

Mash ada sawah di Makassar
IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis Makassar) diajak bekerjasama oleh LeMiNA (Lembaga Mitra Ibu dan Anak) untuk mengadakan semacam pelatihan menulis untuk anak-anak pemulung di daerah Tamangapa, Antang, Makassar pada tanggal 8 Juni lalu. Sebutan “pelatihan” mungkin terlalu serius. Lebih tepatnya kami mengadakan kegiatan untuk mengajak anak-anak itu agar berani mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui tulisan.

Ajakan sekaligus tantangan yang menarik karena kami belum pernah mengadakah kegiatan seperti ini. Mentor yang terpilih di antara kami adalah mbak Emi yang akrab disapa dengan nama penanya: Aisyah Fad dan Marisa Agustina.

Semangat Baru Pasca Kejadian Tak Enak Itu

Sebagai manusia yang berusaha untuk menjadi lebih baik, saya berusaha untuk menjaga perasaan saya dari segala hal negatif, termasuk perasaan kecewa. Namun apa daya, saya memang manusia biasa yang tetap merasa kecewa saat pertama kali mendapat kabar tidak dapat  memperoleh hadiah notebook seperti yang saya tulis dalam ICT USO EXPO 2013: Katanya Saya Memenangkan Hadiah Notebook Tapi Hadiahnya Diterbangkan Angin.

Akhir 2011, saya pernah dinyatakan sebagai pemenang pertama pada sebuah lomba tentang ASI. Dari dua macam hadiah yang dijanjikan: pulsa dan satu paket barang, baru pulsa yang saya terima. Hingga sekarang hadiah paketnya belum saya terima. Saya sama sekai tak kecewa, lagi pula semua pemenang tak menerima hadiahnya. Penyelenggaranya “hanyalah” sebuah grup di facebook. Bulan lalu, salah seorang pemenang mengirim pesan inbox kepada saya, menanyakan perihal hadiah yang tak kunjung sampai itu, apakah saya sudah menanyakannya lagi. Saya tertawa saja dan menanggapinya dengan ringan. Sudahlah, saya tak peduli.

Kamis, 13 Juni 2013

ICT USO EXPO: Hadiah Notebook Itu Akan Terbang Menuju Makassar

Kehendak Yang Mahamengatur bekerja. Dalam hitungan jam, saya harus membuat tulisan ini sebagai klarifikasi dari tulisan sebelum ini yang saya posting menjelang tengah malam tadi.

Ipul Dg. Gassing yang akrab disapa Daeng Ipul - ketua komunitas blogger Anging Mammiri berinisiatif mengirim e-mail kepada panitia perihal hadiah notebook yang terbang itu.

Siang tadi mas Angga dari panitia ICT USO EXPO menelepon daeng Ipul, kemudian menelepon saya untuk mengklarifikasi masalah hadiah notebook itu.

"Hadiah Acer Aspire yang dulu itu ditarik sama sponsor, Bu. Kalau Kami ganti dengan Acer Aspire yang harganya sama bagaimana?" mas Angga menyebutkan nama spesifikasi penggantinya, saya tak begitu jelas mendengarkannya.

ICT USO EXPO 2013: Katanya Saya Memenangkan Notebook Tapi Hadiahnya Diterbangkan Angin

Sore tadi dapat berita bahwa tulisan saya yang berjudul ICT USO EXPO, UNTUK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN INDONESIA memenangkan notebook sebagai juara 3 lomba blog ICT USO EXPO 2013. Sayang, hadiahnya sudah ditarik karena saya tak melapor. Kecewakah saya? Jujur, iya. Tapi saya mencoba mencari sisi positifnya saja. Karena kekecewaan tak dapat mengembalikan notebook itu pada saya. Berikut ini kisah detilnya ...

Daeng Ipul - ketua komunitas blogger Anging Mammiri (AM) menelepon saya. Nanie - kawan blogger AM membaca status facebook saya tentang laptop kami yang rusak dan menanyakan kepada Daeng Ipul perihal hadiah lomba blog ICT USO EXPO itu. Mungkin tersirat kalau saya belum menerima hadiah notebook dari status itu (terimakasih ya Nanie).

"Saya tidak tahu. Saya cek di web, tidak ada pengumuman jadi Saya pikir memang belum ada," saya menanggapi pertanyaan dan pernyataan Daeng Ipul tentang info bahwa saya meraih juara 3 dan diumumkannya pada hari terakhir ICT USO EXPO.

Minggu, 09 Juni 2013

Jangan Paksa

Kalau ada maunya, Athifah senantiasa merengek. Mungkin seperti umumnya anak-anak, dikiranya dengan semakin banyak merengek apa yang diinginkannya bisa terpenuhi.

Siang itu Athifah bersama Mama pergi ke warung sebelah. Fia, anak si empunya warung sedang mengamuk sejadi-jadinya.

"Kenapa Fia?" tegur Mama dan Athifah hampir bersamaan.
"Dia mau kokek-kokek na ndak mau ka' belikan ki," mamanya Fia yang menjelaskan.

"Kokek-kokek" adalah sebutan orang Makassar untuk mainan yang terbuat dari balon berukuran kecil yang bisa dipegang oleh tapak tangan anak kecil. Bila diremas, mengeluarkan bunyi sember "KOKEK-KOKEK". Entah apa menariknya, yang jelas benda aneh ini sukses merengekkan ribuan anak sejak zaman baheula.

Minggu, 02 Juni 2013

Komunitas, Cukup Ideal Sudah Cukup

Sebenarnya saya sudah menyelesaikan sebuah tulisan untuk event spesial ini sejak hari Rabu tapi tak disangka sebuah musibah menimpa: lepi kami tiba-tiba saja rusak. Akhirnya, mau tak mau saya harus menulis kembali untuk memenuhi konsistensi sebagai peserta. Itu pun dibarengi "kisah seru": kucing-kucingan dengan si bungsu Afyad. Sebab jika ia melihat, pasti akan terjadi perebutan kekuasaan. Maka berbekal perangkat pinjaman, inilah usaha saya. Maka, tulisan ini diikutkan event 8 minggu ngeblog bersama Anging Mammiri minggu ke delapan.

Tak hanya di dunia nyata, di dunia maya pun dibutuhkan komunitas, tak terkecuali dalam dunia menulis dan blogging. Saya adalah contoh orang yang membutuhkan komunitas dalam hal ini.

Minggu, 26 Mei 2013

Dapat Kiriman Palm Sugar Berkat Ngeblog

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketujuh.

Konyolnya, dulu saya mengira “Arenga” itu nama belakang kak Evi Indrawanto karena ia sempat memakai nama Evi Indrawanto Arenga. Padahal “arenga” atau “arenga palm sugar” merupakan nama internasional untuk “gula semut aren”. Kalau tidak ngeblog, saya tidak mengenal kak Evi – owner PT. Diva Maju Sejahtera yang memproduksi arenga, dan tentu saja saya tak akan mengenal kak Evi dari tulisan-tulisannya di blog http://eviindrawanto.com.

Kalau tidak ngeblog, saya juga tidak akan mendapatkan “gula semut aren” (gula aren bubuk) sebagai hadiah memenangkan giveaway yang diselenggarakan kak Evi.

Pengumuman pemenang GA

Sabtu, 25 Mei 2013

Seandainya Tidak Ngeblog, Saya Tidak Tahu Tentang ICT USO EXPO dengan MPLIK-nya


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketujuh.

Celebes Convention Center, Makassar
Bila berandai-andai ...

Seandainya saya tidak ngeblog, apa yang terjadi?

Well, ada banyak hal yang tidak akan saya peroleh, sebagian sudah saya ceritakan di sini dan di sana. Dan yang baru saja saya sadari, adalah: saya tidak tahu event nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo di gedung Celebes Convention Center Makassar pada 23 – 25 Mei tahun ini.

Berlebihan? Tidak. Karena kami tak berlangganan koran. Saya amat jarang keluar rumah. Banyak event semacam pameran keren lewat begitu saja. Beruntung info tentang event ICT USO EXPO (Information and Communication Technology Universal Service Obligation) terbaca oleh saya sehari setelah daeng Ipul – ketua komunitas blogger Anging Mammiri menginformasikan tentang acara ini di milis Anging Mammiri. Dalam e-mailnya, daeng Ipul menyebutkan Anging Mammiri menempati satu stand di sana juga mengenai adanya lomba blog berkaitan dengan ini.

Seandainya Tidak Ngeblog, Saya Tidak Akan Mengenal Komunitas-Komunitas Keren Ini

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketujuh.

Seandainya saya tidak ngeblog, saya tidak mungkin bisa terlibat dalam komunitas-komunitas yang melibatkan saya dalam kegiatan-kegiatan keren dan mengalirkan aneka manfaat.

Komunitas Blogger Anging Mammiri

Bila saya tidak ngeblog, tulisan-tulisan saya tidak akan ikut meramaikan web http://angingmammiri.org. Saya hanya menjadi penikmat tulisan-tulisan daeng Ipul, kak Amril, Nanie, Ira, Iqko, dan lain-lain. Saya juga tidak akan bertemu dengan mereka pada acara-acara tudang sipulung dan acara-acara keren lainnya.

Bila saya tidak ngeblog, saya mungkin tidak akan tahu ada tempat menarik yang lokasinya terisolasi dari bising dan polusinya kota Makassar. Tempat itu bernama Lakkang. Info ini baru saya ketahui saat menghadiri kopdar Anging Mammiri dan saya menuliskannya pada tulisan berjudul Jalan-Jalan Seru Hingga Kopdar Akbar.