Rabu, 03 September 2014

Peran Media Sosial dalam Aktivitas Komunitas

Sebuah hal menyenangkan yang turut berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi dewasa ini adalah makin maraknya kegiatan sosial dan seni yang diselenggarakan oleh masyarakat biasa di kota saya.

Aktivitas saya sebagai blogger aktif selama 3 tahun terakhir, membawa saya berkenalan dan sekadar membaca tentang para aktivis serta komunitas sosial dan seni di kota ini. Kebanyakan mereka dari kalangan muda usia. Bahkan banyak pula yang masih mahasiswa.

Saya salut sekali dengan kreativitas anak-anak muda itu. Sepertinya karena iklim sekarang berbeda dengan iklim saat saya masih mahasiswa di era 90-an dulu. Kenyataan mengenai aktivitas sosial dan seni yang terbaca di media sosial sekarang, khususnya Facebook dan Twitter  amat mengagumkan.

Jumat, 29 Agustus 2014

Kupas Tuntas Serba-Serbi Traveling, Artikel, dan Foto Perjalanan

Judul            : Travel Writing 101, Kupas Tuntas Cara Mudah Membuat Artikel dan Foto Perjalanan
Penulis          : Arini Tathagati
Penerbit        : Kompas Gramedia
Tahun terbit : 2013
ISBN              : 978-602-02-0618-9
Tebal              : viii + 294 halaman
Ukuran          : 20,5 cm x 14 cm

Angka 101 pada judul buku ini menunjukkan bahwa buku ini bukan buku sembarang. Dan sesuai judulnya, setelah membaca isinya, pasti terbukti betapa lengkapnya buku ini. Bagaimana tak lengkap, konten yang disajikan merupakan hasil dari menggali dan merangkum berbagai bahan dari workshop, sharing, acara TV, kultwit, pengalaman pribadi para traveler serta perngalaman para pengelana dan fotografer amatir yang rajin membuat artikel dan foto perjalanan (halaman v).

Delapan bab dalam buku ini memuat berbagai hal tentang cara menulis artikel, cara membuat foto (dengan kamera DSLR hingga kamera HP), cara publikasi artikel dan foto yang bagus (termasuk untuk media), dan cara menjadi traveler yang baik. Lampiran-lampirannya adalah: contoh artikel dan foto perjalanan, cara mempersiapkan perjalanan, daftar referensi artikel perjalanan, dan daftar komunitas terkait travelwriting dan travel photography melengkapi segala tip yang diberikan.

Kamis, 28 Agustus 2014

Apapun Pilihannya Menjadi Mama itu Delicious

Membaca Mommylicious mengingatkan saya akan diri sendiri. Kedua penulisnya adalah seorang mama dari dua anak, sementara saya mama dari 3 orang anak. Dan keduanya emak blogger pula, sama seperti saya. Sama pula seperti saya, Mak[1] Arin (Murtiyarini) dan Mak Rina Susanti – kedua penulis Mommylicious ini merupakan emak-emak yang senang memenuhi tantangan lomba-lomba menulis blog dan mengirimkan tulisannya ke media.

Bedanya, tulisan mereka lebih sering nampang di media cetak daripada saya dan mereka berdua merupakan ibu bekerja. Eh tapi Mak Rina saat ini sedang menikmati perannya sebaga full time mother setelah resign dari pekerjaannya sebagai quality controller tahun lalu.

Beberapa kali saya mengunjungi blog mereka dan mendapati tulisan-tulisan tentang buah hati mereka. Jujur saja, kesan bahwa hidup mereka begitu sempurna tak bisa saya tepis. Saya merasa mereka sangat beruntung, memiliki karier yang bagus dan keluarga yang pengertian.

Minggu, 24 Agustus 2014

Mama Lebih Pintar daripada Saya

Kemarin, Athifah membuat Mama tergelak dengan pertanyaan, "Ma ... kenapa Mama bisa lebih pintar dari saya ya? Mama dulu mengerjakan pe ernya sendiri, tidak disuruh-suruh sama Oma? Saya kan tidak begitu?"

Athifah memang sering memusingkan Mama dalam mengerjakan pe er. Mama harus berkali-kali menyuruhnya kembali menulis karena ia tak bisa tenang menulis. Ada saja yang menyebabkannya meninggalkan buku tulisnya.
Saat itu Mama belum punya jawaban.

Saat tadi, hal itu Mama ceritakan kepada Papa dan dia ikut mendengarkan, Mama katakan padanya, "Mama tidak lebih pintar dari Athifah. Mama dan Athifah sama-sama pintar. Pintarnya Athifah tidak sama dengan pintarnya Mama."

Benar kan? Setiap anak itu cerdas dan jenis kecerdasannya unik. Mama selalu saja terpukau dengan kemampuan berbahasa Athifah karena Mama tak sama sepertinya pada usia yang sama. Mama pun terpukau dengan kesupelannya dalam bergaul. Ia bisa menegur dan cepat berkawan dengan siapa saja sementara Mama tak demikian. Mama cenderung defensif pada orang yang baru dikenal. Ia lincah, sementara Mama pemalu (tukang palu-palu maksudnya J ).

Makassar 24 Agustus 2014


*Setiap anak cerdas. Sudah selayaknya mereka dihargai, bukan hanya diukur dengan angka dan dibanding-bandingkan dengan orang lain à quote Mama untuk mengingatkan diri sendiri*

Selasa, 19 Agustus 2014

Benar, Saya Ibu Rumah Tangga

Kemarin .... untuk yang kesekian kalinya, terulang lagi tema ini ...

Seorang ibu yang sudah saling tegur sapa tapi tidak pernah terlalu berakrab-akrab ria bertanya, "Kita' (Anda - sapaan halus dalam dialek Bugis/Makassar) mahasiswa atau dosen?"

Pasti pertanyaan ini timbul karena ibu itu melihat saya sibuk membolak-balik buku tebal berjudul Travel Writing 101 karya Mbak Arini Tathagati, lalu sebentar-sebentar menulis di buku catatan. Ini saya lakukan di sebuah ruang tunggu. Lagak saya kayak anak kuliahan yang lagi mengerjakan tugas atau kayak dosen yang sedang memeriksa pekerjaan mahasiswanya,
ya? J

"Bukan, saya ibu rumah tangga," saya tersenyum menjawabnya.

"Saya suka membaca saja ... dan suka menulis," tambah saya lagi, karena melihatnya bengong. Ibu itu pun tersenyum.

Buku Agar Dicintai Layaknya Sayyida Khadijah Sudah Terbit!

Alhamdulillah, per 11 Agustus 2014 kemarin, buku Agar Dicintai Suami Layaknya Sayyida Khadijah sudah beredar di toko-toko buku besar di Jabodetabek. Beberapa kawan menginformasikannya. Sementara ini sedang berlangsung proses distribusi ke area Indonesia Timur. Untuk Makassar dan kota-kota di Indonesia Timur, paling cepat masuknya seminggu atau beberapa minggu setelahnya.

Buku ini terdiri atas 8 bab yang dikerjakan bersama-sama oleh Vina dan saya. Ke-8 bab tersebut adalah:
  • Pendahuluan
  • Perempuan Kaya yang Rendah Hati
  • Ibu Bagi Anak-Anak
  • Motivator Bagi Suami
  • Berbuat Baik kepada Orang-Orang yang Dicintai Suami
  • Menjaga Ketaatan pada Suami
  • Meneladani Khadijah (Renungan)
  • Penutup

Minggu, 17 Agustus 2014

Kids Corner di MIWF 2014

Hal yang sudah direncanakan tetapi belum kunjung dituliskan, sering membuat saya merasa berhutang pada diri sendiri. Seperti tentang Kids Corner di Makassar International Writers Festival (MIWF) pada bulan Juni lalu di Fort Rotterdam yang hendak saya ceritakan di sini.

Wendy Miller mendongeng dengan Bahasa Indonesia yang fasih

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...