Selasa, 27 Desember 2011

Soal Bahasa Inggris yang Mengagumkan

Seorang kerabat mendapatkan soal UAS (Ujian Akhir Sekolah) bidang studi bahasa Inggris tahun 2006. Saya membaca 35 nomor soal ujian itu dengan kagum. Saya kagum sama kurikulum bahasa Inggris negeri ini, sama pembuat soal, dan sama kemampuan yang kira-kira diharapkan dari soal semacam ini.

Soal dibuka dengan sebuah bacaan berjudul To the Beach. Bacaan ini bukanlah jenis bacaan yang mudah dimengerti oleh sebagian besar anak kelas 6 SD di seluruh Indonesia. Mari kita simak:



Kalimat In Pangandaran the sun was shining brightly (matahari bersinar cerah) mungkin masih dengan mudah dipahami oleh sebagian anak. Lalu kalimat The wind was blowing gently (angin bertiup sepoi-sepoi), hmm ... apa sebagian besar anak kelas 6 di Indonesia mengerti maksudnya? Setelah itu The waves were running (ombak berkejar-kejaran), ck ck ck puitis amat ya ... apa anak-anak makin mengerti atau makin bingung kira-kira ya membaca ini? Lalu kalimat They always broke in the sand (ombak tersebut terpecah di pasir) ... bisakah mereka menangkap maksud dari kalimat ini?




Saya kemudian mencoba menelusuri empat buah soal yang disajikan dari tahun 2005 – 2008. Masing-masing soal ini menyajikan 30 - 35 nomor pertanyaan yang harus dijawab dalam waktu 120 menit. Dan mencoba menyimpulkan, dari soal-soal tersebut kosa kata bidang apa sajakah dan penguasaan bahasa Inggris dalam hal apa yang harus dipunyai anak kelas 6 SD agar bisa menjawab soal-soal yang disajikan dengan baik.

Dan .... inilah hasil penelusuran saya:


Penguasaan kosa kata yang dibutuhkan adalah dalam bidang-bidang:

Olahraga (jenis-jenis olahraga, termasuk pengetahuan tentang atlit dan organisasi olahraga. Misalnya saja ada soal yang menanayakan Chris John juara dalam bidang apa, dan Persib adalah tim dari daerah mana).

Kata sifat (seperti: bahagia, sedih, cerdas,malas)

Kata yang menerangkan posisi (seperti beside, at, on, under)

Lawan kata (seperti: lawan kata dari big, lawan kata dari southern)

Flora (nama-nama buah-buahan, nama sayur-sayuran, termasuk bagian-bagiannya baik secara umum (seperti akar, batang, cabang, ranting, daun) maupun secara spesifik misalnya ada soal yang menanyakan di dalamnya apel apa namanya → jawabannya adalah seed yang berarti benih).

Fauna (nama-nama hewan berkaki empat, jenis-jenis ikan. Ada pula pertanyaan yang masih harus dinalar dengan lebih teliti seperti: hewan pintar apa yang ada di Sea World → saya sampai berpikir, bagaimana dengan anak-anak yang tak pernah ke Sea World, apakah mereka bisa menjawab pertanyaan ini?)

Tempat dan peralatan (seperti: museum senjata, perpustakaan, airport, bank, hotel, pelabuhan, restoran)

Nama-nama penyakit (seperti: TBC, sakit perut, bahkan ada soal yang menanyakan bagaimana penularan penyakit tersebut)

Rumah sakit (nama-nama ruangan di rumah sakit seperti ruang untuk jenazah, kendaraan. Juga istilah-istilah yang berhubungan dengan rumah sakit)

Profesi (seperti: nelayan menangkap ikan menggunakan apa, orang yang mengontrol tiket kereta api, pilot, petani)

Cuaca (mengenai dua musim yang berlaku di Indonesia, sifat spesifik dari cuaca yang bersangkutan)

Komputer (misalnya: untuk mengoperasikan komputer menggunakan apa)

Kendaraan (pesawat terbang, bis, kapal laut)

Peralatan di kamar mandi (seperti sabun, odol, sampo)

Peralatan dalam kelas (seperti mistar, penghapus, papan tulis)

Alam (seperti pantai, air terjun, gunung, kawah)

Rumah ibadah (seperti masjid, gereja)

Kegiatan makan dan peralatannya (seperti: dinner, lunch, supper, breakfast, plate)

Hubungan kekerabatan (seperti: uncle, cousin, brother, membaca family tree)

Waktu (seperti membaca jam)

Nama-nama hari dengan variasi soalnya

Nama-nama bulan dengan variasi soalnya

Situasi (seperti tenang, bising, padat)

Nama-nama ruangan di dalam rumah (seperti ruang tamu, dapur)

Pakaian (seperti: dasi, celana panjang, sabuk, kemeja)
Aksesoris (seperti: kalung, cincin, topi, bandana)

Taman bermain (seperti: ayunan, luncur-luncuran)



Tanya mencuat di benak saya. Dengan ragam kosa kata yang terdapat ke dalam empat macam soal itu, sebenarnya berapa banyak (500? 1000?) sih kosa kata yang diharapkan dikuasai oleh anak kelas 6 SD? Kosa kata yang mana yang harus mereka hafal mengingat kemungkinan soal yang muncul bisa apa saja ?

Lalu, dengan deretan kosa kata yang harus dikuasai oleh mereka itu, apakah waktu belajar sebanyak satu kali sepekan sebanyak dua jam pelajaran memadai bagi mereka untuk menguasai kosa kata dalam bidang-bidang di atas?

Secara akal sehat (bagi saya) sangat sulit mengharapkan semua anak kelas 6 SD menguasai sekian banyak kosa kata dengan 2 jam pelajaran saja. Bagaimana mereka harus mengejar ‘target’ (kalau itu bisa disebut sebagai target)? Apakah mereka harus kursus? Kalau mereka harus kursus, apakah semua orangtua mereka sanggup membayar harga kursus bahasa ini yang tidak murah?

Kualitas guru sangat berperan penting dalam hal  ini. Apakah semua guru bahasa Inggris memiliki kualitas bagus yang bisa membimbing semua siswanya untuk menguasai semua kosa kata di bidang-bidang itu? Semua? Iya dong. Mestinya mereka menguasai semua kosa kota di bidang itu karena soal yang akan mereka hadapi nanti bisa soal apa saja, sama sekali tidak mirip dengan soal-soal yang ada di bank soal. Kalau soal-soalnya seperti yang ada di bank soal kan enak.

Kemudian, sehari-harinya apakah guru mampu memberi pemahaman terhadap anak mengenai pengertian kata yang dimaksud? Ambil contoh kalimat: They always broke in the sand. Bagaimana guru membuat kalimat seperti ini mudah dipahami? Secara harfiah broke berarti pecah (kata ‘pecah’ lebih mudah dipahami jika diberi contoh yang pecah itu gelas. Nah, ini ombak dikatakan pecah. Jika ada model soal seperti ini di UAS, logikanya para siswa memang mendapatkan bentuk seperti ini di sekolah kan? Tapi nyatanya kan tidak. Bahasa Indonesia saja masih susah mereka memahami maknanya ini dalam bahasa Inggris pula.

Kembali lagi: jika guru ternyata tidak sanggup mengikuti tuntutan soal (atau tuntutan kurikulum?) seperti ini, berarti tugas orangtualah yang harus bisa memahamkan anaknya. Apakah semua orangtua sanggup? Jawabannya: tidak. Jika orangtua sanggup, apakah semua anak sanggup memahaminya? Jawabannya: Belum tentu.



Kemampuan khusus:

Memahami paragraf/bacaan dan menentukan pikiran pokok/judul bacaan, menyusun 4 buah kalimat yang diberikan secara acak hingga menempati urutan yang benar, mengisi titik-titik dalam bacaan dengan kalimat yang tepat

Menguasai ‘to be ‘

Menguasai susunan kalimat S-P-O-K

Mengetahui rambu lalu-lintas

Menguasai percakapan sehari-hari (saat bertemu, meminta maaf karena suatu hal, mengajak, berpisah, tinggal di mana, bagaimana cara meminta tolong, bagaimana memesan makanan pada pelayan di restoran, di telepon)

Mampu membaca peta (mengaplikasikan istilah next to, beside, behind, accross, turn right, go straight, turn left)


Soal pengetahuan umum

Ada beberapa soal yang benar-benar menggelitik saya. Karena soal-soal itu tidak menguji kemampuan berbahasa anak melainkan menguji kemampuan pengetahuan umum anak yang harus dikemukakan dalam bahasa Inggris. Soal-soal tersebut seperti di bawah ini (yang di dalam kurung adalah pilihan jawabannya):

We are celebrating Kartini’s day on ...
(August 17th/May 2nd/October 5th/April 21st)

→ Ini seharusnya diketahui oleh sebagian besar anak-anak kelas 6 SD di seluruh Indonesia karena tiap tahun diperingati di negara kita. Tinggal apa mereka mengerti arti kata celebrating.

He learns about geography and economics in ... subject
(mathematics/science/english/social science)

→ Anak kelas 6 SD dikasih soal model begini? Apa bukan seharusnya soal ini diberikan kepada anak SMP? Anak SD kan belum mengenal pelajaran Geografi dan Ekonomi? Mereka baru belajar IPS!

The beautiful beach in Sukabumi is ...
(Pangandaran/Carita/Sanur/Pelabuhan Ratu)

→ Maaf, sebagai orang yang lahir dan besar di Makassar, saya tidak mengetahui jawaban soal ini. Bagaimana anak-anak di luar Jawa Barat (terlebih di pelosok-pelosok desa) bisa menjawabnya?

.... conference attending in Bandung, at 1955.
(Linggarjati/Asia Afrika/Meja Bundar/Colombo)

→ Saya masih ingat jawaban dari soal ini, yaitu Konferensi Asia-Afrika. Tetapi, bukankah ini soal Sejarah atau IPS? Kenapa dimasukkan ke dalam bahasa Inggris?

Famous horticulture from Indramayu is ....
(mango/rambutan/pear/orange)

→ Ada yang tahu jawabannya? Saya angkat tangan sambil menaikkan bendera putih!






Soal terbuka yang mengagumkan:

Ada satu soal yang membuat saya berpikir panjang:

The outdoor sport which can’t be done in rainy season is ...
(swimming/football/basketball/badminton)

→ Soal ini adalah soal terbuka karena tidak ada bacaan seputar soal ini, berarti yang diuji adalah kemampuan anak dalam istilah olahraga dan memahami olahraga luar ruangan yang manakah yang tidak dapat dilakukan saat hari hujan.

→ Pikiran anak-anak yang sederhana (seperti pikiran saya juga) akan mengatakan baik berenang, sepak bola, dan basket sama-sama tidak dapat dilakukan di luar rungan saat hari hujan. Apa mau soal ini?

Bahasa Inggris bukan bahasa kita. Di sekolah anak saya, ia mulai belajar bahasa Inggris pada kelas 2 SD, disajikan hanya 2 jam pelajaran dalam sepekan. Beruntung anak saya menyukai bahasa Inggris sehingga dia punya kemauan mempelajarinya sendiri, ia bisa bertanya kepada saya atau papanya kalau tak mengerti, dan alhamdulillah kami bisa membantunya. Namun tak semua temannya memiliki kemauan dan kemampuan yang sama dengan kami. Bahasa Inggris sungguh sangat asing bagi orangtua mereka, apalagi bagi mereka.

Kemampuan guru seharusnya luar biasa dalam mentransfer pelajaran bahasa Inggris ke dalam otak anak-anak. Apakah semua sekolah memiliki guru bahasa Inggris yang luar biasa?

Saya kira, setelah membaca ini Anda sepakat dengan saya bahwa soal bahasa Inggris sekarang mengagumkan bukan?

Makassar, 27 Desember 2011


Silakan dibaca juga ya J


12 komentar:

  1. bukan mengagumkan lagi, tapi luar biasa, masak soal bhs inggris SD dikasi yg puitis kayak gitu, yg bener aja

    BalasHapus
  2. Lho lho, Mbak, Mbak salah mengerti yang pertanyaan "The outdoor sport which can’t be done in rainy season is..."

    Terlepas dari pertanyaannya yang aneh (saya setuju), saya ingin mencoba menjawabnya dari sudut pandang saya sebagai orang yang suka olahraga. :D

    Masa' sih Mbak gak pernah lihat siaran sepakbola? Kan hujan2 masih main. Terlepas dari risiko tersambar petir ya.

    Lalu, berenang sih tak masalah pas hujan-hujan. Masa' berenang yang basah-basahan harus meyingkir saat hujan turun? Terlepas dari risiko tersambar petir lho ya. :)

    Kemudian, basket masih bisa dimainkan meski hujan. Memang sih saya akui kalau lapangan tergenang pantulan bola gak maksimal. Dan kami pun lebih memilih utk menyetop sementara. Tapi saya rasa basket masih bisa. Terlepas dari risiko tersambar petir lho ya.

    Nah, badminton ini yang baru jawaban yang benar. Lha wong main badminton di luar ruangan aja udah sebuah kemustahilan! Mana bisa main badminton di luar ruangan dengan hembusan angin yang tak pernah berhenti? Coba, mana ada atlet yang main badminton di outdoor? Mana ada lapangan badminton outdoor? Cuaca cerah aja mustahil, apalagi pas hujan. Shuttlecock kena air gak bisa trbang dengan mulus. :)

    BalasHapus
  3. @Untje:
    Terimakasih Una ... tapi itu kan soal pengetahuan umum. Bukan soal penguasaan bahasa Inggris yang kira2 sebaiknya dipunyai anak kelas 6 SD .... hiks

    BalasHapus
  4. @Rahad 2 Six:
    Kosa kata dalam bacaannya tidak sederhana ... mahasiswa pun belum tentu banyak yang memahaminya ^__^

    BalasHapus
  5. @Asop:
    Bagi seorang ibu, tidak ada olahraga itu yang boleh dilakukan saat hujan Sop. Hujan sekarang membawa banyak kuman turut turun.

    Dan anak saya sebagai anak SD (dan banyak anak SD lain) pasti tahu dirinya dilarang ibunya untuk melakukan kegiatan luar ruangan saat hujan.

    Nah ... berarti soal itu cocoknya untuk Asop (Asop mahasiswa kan?), bukannya anak SD ^__^

    BalasHapus
  6. Hmmmm saya sedang memikirkan kesimpulan.

    Kalo gitu kesimpulannya, artinya anak-anak SD jaman sekarang dituntut untuk memiliki pola pikir seperti mahasiswa.

    Setuju? :D

    Setuju atau tidak, harus diakui memang soal2 inggris di atas aneh. :(

    BalasHapus
  7. @Asop:
    Soal-soal yang aneh kan :)

    BalasHapus
  8. Komentarnya asop aseek euy ;D
    komplit!

    selamat ya buat anak2 sd jaman sekarang, soal2nya keren..hihihihi..

    Rani, persiapkan mental n fisikmu nak..soal2 berikutnya mungkin saja lebih keren ;p

    BalasHapus
  9. @Mama Rani:
    Sun sayangku buat Rani ... siap2 cocok itu, siapkan fisik dan mentalnya Rani. Kali aja nanti di zamannya Rani soalnya setara lulusan S1 ^__^

    BalasHapus
  10. Menarik sekali bahasan ini. Saya nyasar ke blog ini dari halaman FB Bung Amril Taufik Gobel hehehe...Salam kenal dulu ya...

    Kalau ini soal UAS maka diharapkan anak-anak sudah pernah mendapat masukan awal selama pembelajaran. Maka permasalahan utama seperti dipaparkan di atas akan menjadi masalah kalau yang dihadapi adalah UASBN alias Ujian Negara. Idioms, idiomatic expressions, proverbs akan menjadi masalah utama. Kalau tidak pernah diberi pembelajaran maka tidak akan mungkin ditagih hasilnya.

    Proses pembelajaran bahasa Inggris saat ini memang terpadu, artinya bukan semata-mata menekankan pada tata bahasa (grammar) seperti dahulu zaman saya sekolah(waktu itu SD belum ada pelajaran bahasa Inggris), melainkan menjangkau banyak aspek seperti logika, geografi, sains, sejarah, dll. Tetapi memang membuat soal ulangan itu tidak mudah. Tulisan di blog ini sangat bagus sebagai masukan bagi guru-guru yang membuat soal, maupun yang hanya copu paste soal dari internet. Soal UASBN dari internet (SMTP karena SD tidak ada UASBN Bahasa Inggris) lebih banyak lagi yang aneh...

    Terima kasih sudah berbagi, salam....

    BalasHapus
  11. @Retty:
    Salam kenal mbak ... ^__^
    Senang baca komennya mbak Retty.
    Pembelajaran bahasa Inggris di sekolah anak saya masih berkutat di grammar sehari2. Sampai sekarang pun tak da pelajaran idiom ... kenapa bisa masuk soal2 spt ini? hiks

    Seenaknya saja pembuat soal memadukannya mbak #curhat# karena anak SD belum kenal apa itu Geografi. Mereka hanya tahu IPS. #sekali lagi hiks#

    Haduh SMP lebih aneh lagi? hiks 3x

    Kalau kita yang di kota besar dan peduli mungkin masih bisa mengusahakan sebisa mungkin anak2 kita mempelajari bahasa Inggris dengan baik. Lha bagaimana dengan saudara2 kita dipelosok2 desa sana ya mbak? #Curhat lagi#

    Terimakasih banyak mbak.
    Saya sudah masuk ke blognya tapi gaptek ...
    Dan ternyata in English ya ... wah English saya sampai sekarang masih cetek mbak .... maafkan tdk tahu mau ngomen di mana dan bagaimana

    ^__^

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar ya. Komentar Anda akan sangat berarti bagi saya. Tapi komen yang kasar dan spam akan saya hapus ya ^__^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...